Popular Posts Today

Diberdayakan oleh Blogger.

Pencinta Tablet Android Semakin Ramai

Written By Sepatu on Rabu, 07 Maret 2012 | 02.18

Pencinta Tablet Android Semakin Ramai Banyaknya produsen gadget dengan variasi dan inovasi teknologi terkini berpengaruh besar terhadap tren penggunaan gadget di Indonesia. Bahkan sebuah survei di Indonesia menempatkan tablet sebagai produk gadget yang akan dibeli saat ini dengan presentase sebesar 38%.

Fakta ini memang tak bisa dipungkiri lagi karena tablet sudah menjadi tren global saat ini dan gaya hidup masa kini. Pada tahun 2011 saja, TIME melansir pertumbuhan unit penjualan tablet secara global sudah mencapai angka 255% dan diprediksi akan terus naik menjadi 750%.

Lalu bagaimana dengan Tablet Android?
Perkembangan tablet Android sendiri memang begitu cepat dan mampu bersaing dengan tablet keluaran non-Android. Seakan-akan memiliki tablet Android menjadi suatu kebutuhan utama bagi pecinta gadget apalagi bagi mereka yang juga pengguna smartphone Android.

Sejak Android diperkenalkan pertama kali pada tahun 2007, Teknologi Android terus berkembang pesat hingga pada puncaknya ketika tablet Android menggunakan versi 2.2 (Froyo) pada tahun 2010. Secara user interface dan processor performance, Android versi Froyo belum menjanjikan untuk sebuah tablet karena Froyo memang lebih banyak digunakan untuk pasar smartphone android.

Maka pada awal 2011, teknologi khusus tablet Android muncul ke permukaan! Android Honeycomb dengan ukuran layar yang lebih besar, user interface yang lebih baik, serta akselerasi hardware grafis memang dirancang khusus untuk Tablet.

Pada level inilah banyak produsen telekomunikasi bermunculan memperkenalkan tablet teranyarnya dengan Android versi Honeycomb. PT. Samsung Electronics Indonesia terus berinovasi dengan menciptakan jajaran seri tablet Samsung Galaxy Tab. Mulai dari Samsung Galaxy Tab, Samsung Galaxy Tab 10.1, Samsung Galaxy Tab 8.9, Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus dan Samsung Galaxy Tab 7.7.

Maka, tidak heran jika seri-seri produk Samsung Galaxy Tab sudah berada dalam genggaman teman-teman, rekan-rekan kerja atau bahkan keluarga Anda untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Dari mulai produktivitas pekerjaan, hiburan hingga berkomunikasi. Nah bagaimana dengan Anda?

Bagi Anda para pengguna Samsung Galaxy Tab, kini Anda dapat mendapatkan info terkini mengenai produk atau acara Samsung Galaxy Tab atau berbagi informasi satu sama lain dengan pengguna Samsung Galaxy
02.18 | 0 komentar | Read More

Merokok Membuat Otak Bodoh

Written By Sepatu on Selasa, 06 Maret 2012 | 03.56

Merokok Membuat Otak Bodoh Bukti efek negatif dari kebiasaan merokok kembali diungkap oleh sebuah penelitian. Para ahli di Inggris menunjukkan bahwa merokok dapat mempercepat penurunan kualitas memori, cara berpikir, dan belajar khususnya di kalangan pria. Temuan ini menambah daftar panjang alasan bagi para perokok untuk segera berhenti.

Bukan rahasia lagi kalau dalam sebatang rokok setidaknya terkandung sekitar 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. Tak heran apabila banyak penelitian menyebutkan bahwa asap rokok memiliki andil besar dalam merusak kesehatan.

Dalam riset terbaru yang dipublikasikan pada 6 Februari 2012 dalam jurnal Archives of General Psychiatry, Severine Sabia dari University College London beserta rekan-rekannya menganalisis data sekitar 5.100 pria dan lebih dari 2.100 wanita. Penelitian dilakukan dengan cara menilai serta menganalisis responden terkait fungsi mental, seperti memori, pembelajaran, dan pengolahan pikiran.

Penilaian fungsi mental para responden dilakukan selama tiga kali selama kurun waktu 10 tahun. Sedangkan penilaian status merokok responden dilakukan enam kali dalam kurun waktu 25 tahun. Usia rata-rata responden adalah sekitar 56 tahun ketika penilaian pertama dilakukan.

Peneliti menemukan bahwa di kalangan kaum pria, merokok berhubungan dengan merosotnya kemampuan otak yang lebih cepat. Selain itu, penurunan yang lebih masif terjadi pada pria yang terus merokok selama masa penelitian.

Di antara responden yang berhenti merokok, upaya meninggalkan rokok rupanya tidak terlalu membantu. Peneliti menemukan bahwa pria yang berhenti merokok dalam 10 tahun sebelum penilaian pertama dilakukan ternyata masih berisiko mengalami penurunan mental, terutama terkait fungsi "eksekutif" pada otak. Namun, mereka yang telah berhenti merokok dalam jangka waktu lama, cenderung mengalami penurunan fungsi otak lebih lambat.

"Akhirnya, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara merokok dengan penurunan kemampuan mental, terutama pada usia lebih tua," kata peneliti.

Peneliti menambahkan, meski temuan tersebut telah menemukan hubungan antara merokok dan penurunan mental pada pria, tetapi hal ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

"Temuan ini menggarisbawahi bahwa merokok memiliki dampak buruk terhadap otak. Kebiasaan merokok di usia pertengahan adalah faktor yang dapat dimodifikasi yang mana efeknya mungkin setara dengan penurunan (fungsi mental) hingga rata-rata 10 tahun," kata Dr Marc Gordon, Kepala Neurologi di Zucker Hillside Hospital, Glen Oaks, NY, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Dalam riset ini, para ahli tidak menemukan hubungan antara efek merokok dan penurunan fungsi mental pada kaum wanita. Alasan untuk perbedaan jenis kelamin ini belum terungkap dengan jelas. Tetapi, hal itu mungkin berkaitan dengan fakta bahwa pria umumnya cenderung merokok lebih banyak ketimbang wanita.
03.56 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger